Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Agustus 2012
0
Kamis, 09 Agustus 2012
Anonim
Puji Ferrari, Rossi Sindir Ducati
Valentino Rossi meminta kepada Ducati untuk mengikuti jejak Ferrari. Rossi salut dengan kebangkitan Tim Kuda Jingkrak di arena Formula One (F1).
Seperti diketahui, Ferrari memang sempat terpuruk pada awal musim F1. Tim asal Italia ini seperti sulit bersaing dengan tim lain. Setelah Fernando Alonso memenangi balapan di Grand Prix Malaysia, performa Ferrari menurun.
Meski demikian, Alonso terus berusaha mengumpulkan angka demi angka di setiap balapan, hingga pembalap Ferrari ini berhasil meraih kemenangan kedua di Spanyol dan podium juara untuk ketiga kalinya di Jerman.
Ternyata, kebangkitan tim Ferrari itu mendapatkan perhatian khusus dari Rossi. Bintang MotoGP ini sangat salut sekali dengan perkembangan performa mobil Ferrari yang dikendarai oleh Alonso pada musim ini.
“Ferrari sempat tertinggal jauh pada awal musim dan Alonso yang membuat perbedaan. Tapi, kinerja tim juga meningkat,” demikian pujian yang dilayangkan oleh Rossi, untuk Tim Kuda Jingkrak.
Sebaliknya, berbeda dengan Ferrari, performa tim Ducati hingga kini belum mengalami perbaikan. Terakhir, pembalap asal Italia itu harus terjatuh pada balapan di MotoGP Amerika Serikat, pekan kemarin.
“Namun, bagi kami (Ducati), kami tidak mengalami peningkatan sama sekali,” ujar Rossi, kepada La Gazzetta dello Sport.
Read More
Seperti diketahui, Ferrari memang sempat terpuruk pada awal musim F1. Tim asal Italia ini seperti sulit bersaing dengan tim lain. Setelah Fernando Alonso memenangi balapan di Grand Prix Malaysia, performa Ferrari menurun.
Meski demikian, Alonso terus berusaha mengumpulkan angka demi angka di setiap balapan, hingga pembalap Ferrari ini berhasil meraih kemenangan kedua di Spanyol dan podium juara untuk ketiga kalinya di Jerman.
Ternyata, kebangkitan tim Ferrari itu mendapatkan perhatian khusus dari Rossi. Bintang MotoGP ini sangat salut sekali dengan perkembangan performa mobil Ferrari yang dikendarai oleh Alonso pada musim ini.
“Ferrari sempat tertinggal jauh pada awal musim dan Alonso yang membuat perbedaan. Tapi, kinerja tim juga meningkat,” demikian pujian yang dilayangkan oleh Rossi, untuk Tim Kuda Jingkrak.
Sebaliknya, berbeda dengan Ferrari, performa tim Ducati hingga kini belum mengalami perbaikan. Terakhir, pembalap asal Italia itu harus terjatuh pada balapan di MotoGP Amerika Serikat, pekan kemarin.
“Namun, bagi kami (Ducati), kami tidak mengalami peningkatan sama sekali,” ujar Rossi, kepada La Gazzetta dello Sport.
0
Anonim
Read More
Ada Diskriminasi pada Timnas Putri Jepang
Timnas sepakbola putri Jepang berpeluang untuk merebut medali emas Olimpiade 2012 London saat harus berhadapan dengan Timnas sepakbola putri Amerika Serikat di partai final, Kamis (9/8/2012).
Bila Timnas putri Jepang berhasil memenangkan medali emas, berarti itu melanjutkan penampilan mengesankan mereka setelah tahun lalu merebut trofi Piala Dunia usai menundukkan Timnas sepakbola putri AS di final.
Namun, sebelum partai final digelar, kabar tidak sedap menyelimuti kontingen Jepang. Pejabat Jepang dituduh melakukan diskriminasi gender setelah memisahkan keberangkatan dua timnas sepakbola mereka.
Timnas sepakbola putra Jepang berangkat naik pesawat kelas bisnis, sedangkan Timnas sepakbola putri Jepang berangkat hanya naik kelas ekonomi premium. Hal ini membuat pemain Timnas sepakbola putri Jepang, Homare Sawa angkat bicara tentang perbedaan tersebut.
"Harus sebaliknya," kata Homare Sawa, seperti dilansir Orlandosentinel, Kamis (9/8/2012). "Plus kami lebih tua dari mereka (timnas sepakbola putra Jepang)," ujar pemain berusia 33 tahun ini yang turut membawa Timnas putri Jepang juara Piala Dunia 2011.
"Setelah kami memenangkan Piala Dunia, mereka mengubah tempat duduk kami untuk kelas bisnis. Kami harus mendapatkan hasil yang kami inginkan dan membuat mereka untuk melakukan hal itu lagi," pungkasnya
Bila Timnas putri Jepang berhasil memenangkan medali emas, berarti itu melanjutkan penampilan mengesankan mereka setelah tahun lalu merebut trofi Piala Dunia usai menundukkan Timnas sepakbola putri AS di final.
Namun, sebelum partai final digelar, kabar tidak sedap menyelimuti kontingen Jepang. Pejabat Jepang dituduh melakukan diskriminasi gender setelah memisahkan keberangkatan dua timnas sepakbola mereka.
Timnas sepakbola putra Jepang berangkat naik pesawat kelas bisnis, sedangkan Timnas sepakbola putri Jepang berangkat hanya naik kelas ekonomi premium. Hal ini membuat pemain Timnas sepakbola putri Jepang, Homare Sawa angkat bicara tentang perbedaan tersebut.
"Harus sebaliknya," kata Homare Sawa, seperti dilansir Orlandosentinel, Kamis (9/8/2012). "Plus kami lebih tua dari mereka (timnas sepakbola putra Jepang)," ujar pemain berusia 33 tahun ini yang turut membawa Timnas putri Jepang juara Piala Dunia 2011.
"Setelah kami memenangkan Piala Dunia, mereka mengubah tempat duduk kami untuk kelas bisnis. Kami harus mendapatkan hasil yang kami inginkan dan membuat mereka untuk melakukan hal itu lagi," pungkasnya
0
Anonim
Eko Yuli & Triyatno Disambut Warga Balikpapan
Dua peraih medali Indonesia di Olimpiade, Eko Yuli Triawan dan Triyatno tiba di kampung halaman. Setiba di Balikpapan, mereka disambut layaknya seorang pahlawan.
Sejumlah anak sekolah dan Pangdam VI Mayjen TNI Suberbekti, Walikota Balikpapan Rizal Effendi, dan Muspida Balikpapan terlihat menyambut kedatangan Eko dan Triyatno. Penyambutan dilakukan di depan halaman kantor Pemkot Balikpapan, Jalan Sudirman.
Eko dan Tri didampingi Lukman pelatih, terlebih dulu disambut di bandara Sepinggan oleh KONI Balikpapan dan Dispora dengan iring-iringan motor gede dan ratusan pelajar. Mereka mendapat bonus dari KONI Balikpapan berupa uang untuk Eko Rp30 juta, Tri Rp50 juta dan Lukman Rp64 juta.
Hadiah diberikan oleh Walikota Rizal Effendi. “Sambutan sangat luar biasa, di Jakarta tidak seperti ini. Sangat bangga sekali dengan sambutan ini,” ujar Lukman dalam Sambutan di aula Pemkot, Kamis (9/8/2012)
Lukman mengatakan, apa yang dicapai Eko dan Tri merupakan merupakan prestasi cukup membanggakan. Tahun 2008 lalu hanya perunggu Eko Yuli dan Triyatno. “Sekarang dengan perjuangan terbaik untuk Merah Putih. Ini menggetarkan bagi yang menonton dan bagi tim. Semua tidak lepas ini kerja keras dan perjuangan bersama tim,” ujar Lukman.
Lukman juga mengakui, pada masa persiapan, bagi Eko sedang menghadapi cedera di keretakan tulang kering di kaki 0,5 cm. “Dalam latihan dan tim medis kita buat agar Eko bisa nyaman berlatih dan bertanding, syukur ini ternyata bisa memberikan hasil terbaik. Ini kebanggaan untuk Indonesia dan Kaltim ,” terangnya.
Eko dan Tri melakukan latihan selama dua bulan dan Traning Camp di Korsel selama dua Minggu. Lukman juga mengaku segi keterbatasan yang dihadapi karena itu butuh dukungan dari semua pihak untuk kesuksesan mereka ke depan.
Read More
Sejumlah anak sekolah dan Pangdam VI Mayjen TNI Suberbekti, Walikota Balikpapan Rizal Effendi, dan Muspida Balikpapan terlihat menyambut kedatangan Eko dan Triyatno. Penyambutan dilakukan di depan halaman kantor Pemkot Balikpapan, Jalan Sudirman.
Eko dan Tri didampingi Lukman pelatih, terlebih dulu disambut di bandara Sepinggan oleh KONI Balikpapan dan Dispora dengan iring-iringan motor gede dan ratusan pelajar. Mereka mendapat bonus dari KONI Balikpapan berupa uang untuk Eko Rp30 juta, Tri Rp50 juta dan Lukman Rp64 juta.
Hadiah diberikan oleh Walikota Rizal Effendi. “Sambutan sangat luar biasa, di Jakarta tidak seperti ini. Sangat bangga sekali dengan sambutan ini,” ujar Lukman dalam Sambutan di aula Pemkot, Kamis (9/8/2012)
Lukman mengatakan, apa yang dicapai Eko dan Tri merupakan merupakan prestasi cukup membanggakan. Tahun 2008 lalu hanya perunggu Eko Yuli dan Triyatno. “Sekarang dengan perjuangan terbaik untuk Merah Putih. Ini menggetarkan bagi yang menonton dan bagi tim. Semua tidak lepas ini kerja keras dan perjuangan bersama tim,” ujar Lukman.
Lukman juga mengakui, pada masa persiapan, bagi Eko sedang menghadapi cedera di keretakan tulang kering di kaki 0,5 cm. “Dalam latihan dan tim medis kita buat agar Eko bisa nyaman berlatih dan bertanding, syukur ini ternyata bisa memberikan hasil terbaik. Ini kebanggaan untuk Indonesia dan Kaltim ,” terangnya.
Eko dan Tri melakukan latihan selama dua bulan dan Traning Camp di Korsel selama dua Minggu. Lukman juga mengaku segi keterbatasan yang dihadapi karena itu butuh dukungan dari semua pihak untuk kesuksesan mereka ke depan.
Langganan:
Postingan (Atom)